Kandungan Serat Dalam Pengembangan Pakan Ternak Ayam Broiler

Kandungan Serat Dalam Pengembangan Pakan Ternak Ayam Broiler 

ayam broiler

Kali ini blog BroilerX membawa isu yang sedang hangat diteliti di negara bagian Eropa seperti Belanda, Spanyol, Norwegia, Swedia, Belgia, yaitu bagaimana jika ayam broiler diberikan pakan dengan kandungan serat (fiber) diatas standar. Hal tersebut didasari dengan tujuan keberlanjutan (sustainability), bagaimana kita sebagai manusia bisa menghindari kerusakan lingkungan, mengurangi persaingan bahan baku pangan antara ternak dengan manusia, kesejahteraan hewan (animal walfare), dan pencernaan usus (gut health).

Industri perunggasan merupakan industri yang sangat menarik di dunia internasional. Hal tersebut dikarenakan produk unggas adalah produk yang tidak memiliki limit, industri yang cepat berkembang, telur sering di produksi, dan harga yang murah dibanding protein hewani lain.

Profil Global dari Industri Unggas

  • Pasar unggas terdiri dari perusahaan yang menjual unggas untuk disembelih, diolah, dan dijadikan produk sampingan daging
  • Pasar diperkirakan akan tumbuh mencapai $493,21 miliar pada tahun 2026
  • Asia Pasifik merupakan wilayah terbesar dalam pasar unggas tahun 2021
  • Tidak termasuk pakan, kandang, dan obat-obatan
  • Produksi daging ayam broiler mencapai 138 juta metric ton
  • Produksi telur mencapai 1627 juta metric ton
  • Konsumsi daging ayam broiler mencapai 137 juta metric ton
  • Konsumsi telur 9,3 miliar telur

Nilai industri unggas Indonesia diperkirakan lebih dari 34 miliar US dollars, dan terdiri dari enam sub sektor :

  1. Pakan
  2. Breeding
  3. Peternakan ayam broiler (pedaging)
  4. Peternakan ayam layer (petelur)
  5. Rumah potong hewan
  6. Pengolahan

Apa Itu Serat?

Pakan serat merupakan pakan yang mengandung karbohidrat kompleks yang tidak mudah dicerna oleh enzim. Pakan serat dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu, karbohidrat serat (fiber carbohydrate), dan karbohidrat non-serat (non fiber carbohydrate). Pakan serat juga terbagi menjadi tiga bagian : 

  1. Non Starch Pollysaccharides (NSP)

Bisa difermentasi oleh mikroba rumen, seperti selulosa, hemiselulosa, dan pektin. NSP ini berfungsi sebagai sumber energi bagi hewan ruminansia.

  1. Pollsaccharides

Tidak bisa difermentasi, seperti pati, dan gula. Polisakarida ini berfungsi sebagai sumber energi bagi hewan non ruminansia.

  1. Lignin (kulit kayu)

Tidak sama sekali bisa dikonsumsi. Lignin ini berfungsi sebagai bahan struktural tanaman dan melindungi selulosa dari serangan mikroba.

Concernnya disini yaitu bagaimana efek jika kita menggunakan by product dari pertanian dan bagi ternak unggas menggunakan pollysaccharides. Hal tersebut juga pastinya mempertimbangkan bahwa serat mempunyai sifat tidak mudah terdegradasi seperti tepung. Salah satu sumber serat atau pakan serat dapat dilihat dari bentuk fisiknya, contohnya : 

  • Oat hull 
  • Soybean hull
  • Sun Flower hull

Contoh tersebut dipilih dengan alasan, kandungan serat kasarnya sama, tetapi hanya bentuknya yang berbeda. Itulah yang dapat dimanfaatkan, karena dari bentuknya kita bisa membuat suatu adaptasi untuk pemberian pakan ayam broiler di tiap fase pemeliharaan.

Manfaat Penggunaan Dietary Fibers

  1. Ukuran gizzard lebih besar

Fungsi hal tersebut ayam broiler jadi mudah mendegradasi nutrisi, sehingga nutrisi lain bisa memperkecil makanan dan dapat lebih optimal dicerna dan diserap oleh tubuh.

  1. Mengurangi intensitas mematuk (kanibalisme)

Ketika serat yang diberikan semakin tinggi dapat mengurangi intensitas mematuk karena sifatnya yang mengenyangkan (bulking). Mematuk merupakan naluri ayam yang biasanya terjadi saat masih merasa lapar. Hal tersebut yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hewan (animal welfare) di industri perunggasan.

  1. Meningkatkan gut health (kesehatan pencernaan usus)

Serat dapat membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, menghambat pertumbuhan bakteri patogen, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ayam broiler.

Baca juga artikel ini : Kenali Penyebab Ayam Broiler Kerdil dan Cara Mencegahnya

Penggunaan serat bukan satu-satunya pilihan untuk memecahkan permasalahan industri perunggasan. Dengan serat yang melimpah hal tersebut dapat menjadi bonus, tetapi disisi lain dapat menjadi beban jika intensitas penggunaan terlalu tinggi maka otomatis akan mengurangi konsumsi pakan dan menghambat pertumbuhan bobotnya.

Referensi : 

Achmadi, J., dan Surono. 2022. Karbohidrat Pakan Ruminansia. Undip Press, Semarang

Gusti, G. B. I. 2017. Limbah Pakan Ternak. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar.

Marry, C., Siti, A. W., Limbang, K. N , dan Eko, P. 2019. Kecernaan Serat Berbagai Jenis Pakan Produk Samping Pertanian (By Product) Sebagai Pakan Ternak Ruminansia Yang Di Uji Secara In Vitro. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah,17(2):177-184.

Azizah, N., Manginsah, I., dan Sukamto, B. 2020. Pengaruh Penambahan Sinbiotik (Lactobacillus Casei dan Ekstrak Umbi Dahlia) Terhadap Kecernaan Serat Kasar, Lemak Kasar dan Energi Metabolis Ayam Broiler (Doctoral dissertation, Faculty of Animal and Agricultural Sciences).

Nursiam, I., Ridla, M., Nahrowi, N., dan Hermana, W. 2021. Fiber in Broiler Feed: Its Effect on Performance, Gastro-intestinal Tract, and Microbial Profile. WARTAZOA. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 31(3), 119-128.

Naeem, M., Burton, E., Scholey., D., Alkhtib., A., dan Broadberry, S. 2023. Efficiency of Oat Hulls Varying in Particle Size in Mitigating Performance Deterioration in Broilers Fed Low-Density Crude Protein Diets. Poultry Science, 102(10):1-9.

Penulis : Sharla Febrianty

Penyunting : Adelia D Chahyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *