Bagaimana Industri Pembibitan Ayam Broiler Bekerja

Pernahkah terbesit dan menjadi pertanyaan pembaca, bagaimana caranya seekor ayam broiler bisa menghasilkan produksi daging seberat kurang lebih 2 kg dalam waktu pemeliharaan kurang dari 1,5 bulan? serta memiliki masa panen yang cepat dibandingkan dengan ayam yang lain? Dari mana sih asal DOC (day old chick) ayam tersebut? Kali ini broilerx akan mencoba mengulasnya menjadi lebih detail. Jawabannya ada di perbaikan mutu genetik dari ayam broiler, mulai dari penurunan sifat unggul dari perkawinsilangan tetua ayam broiler mulai dari galur murni / Pure Line (PL), Great Grand Parent Stock (GGPS), Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS) atau Commercial Stock. Sahabat pembaca blog BroilerX apakah sudah kenal dan tau? Kenali istilah tersebut lebih dekat yuk. Sebelum dilanjut, lebih jelasnya sahabat pembaca blog broilerX juga harus membaca sejarah asal-usul ayam broiler pada postingan sebelumnya.

Secara umum istilah dalam urutan skema pembibitan ayam dibagi berdasarkan kedudukan dalam silsilah kekeluargaan atau pedigree. Ayam broiler yang dihasilkan dan diedarkan dipasaran merupakan produk pemuliabakan ayam pedaging dari persilangan galur murni hingga menghasilkan produk akhir yang memiliki karakteristik produktivitas tinggi hasil turunan sifat unggul dari masing-masing galur murni tersebut. Yuk kita fahami terlebih dahulu istilah dalam silsilah pembibitan pedigree berikut.

  1. Galur murni/pure line (PL) : ayam unggul berdasar keunggulan sifat khusus (tertentu) yang telah dikembangkan secara terencana melalui program breeding dari suatu breed atau varietas
  2. Great grand parent stock (GGPS) : berdasar perkawinan dari pureline, dimana akan disilangkan untuk menghasilkan GPS.
  3. Grand parent stock (GPS) : berdasar perkawinan dari GGPS dimana akan disilangkan untuk menghasilkan parent stock (PS)
  4. Parent stock (PS) : berdasar hasil perkawinan dari GPS dimana akan disilangkan untuk menghasilkan final stock (FS)
  5. Final stock/commercial stock : berdasar hasil perkawinan PS yang dipasarkan sebagai ayam niaga/ komersial.

Industri pembibitan ayam broiler dunia pada saat ini sudah jauh berkembang daripada beberapa dekade sebelumnya. Pada 1980-an, biasanya menghasilkan 2 kg dalam 70 hari. Pada tahun 2018 hingga kini hanya dibutuhkan 29 hari untuk menghasilkan seekor ayam hidup dengan bobot yang sama. Dalam perjalanan pesatnya industri broiler, sampai pada tahun 2000an hingga kini hanya ada tiga perusahaan pembibit primer besar yang tetap eksis yang mengembangkan broiler dari pureline, GGPS, GPS,PS, dan final stock yang digunakan industri diseluruh dunia yang tersisa, yaitu grup Cobb-Vantress (mencakup brand Cobb, Avian, Sasso, dan Hybro), Aviagen (mencakup brand Ross, Arbor Acres, Lohmann, Indian River, dan Peterson), serta Groupe Grimaud (mencakup brand Hubbard dan Grimaud Frere).

Jenis strain grand parent stock (GPS) broiler breeder yang banyak dipelihara oleh perusahaan breeding farm di Indonesia adalah parent stock strain Cobb dari perusahaan Cobb-Vantress dan strain Ross dan LIR (Lohmann Indian River) dari perusahaan Aviagen. Strain Ross berasal dari Inggris dengan primer company breeder Aviagen dan memiliki keunggulan laju pertumbuhan yang cepat, efisiensi pakan tinggi, mortalitas rendah, memiliki kaki yang kuat sehingga tidak mudah lumpuh, sistem kerja jantung kuat sehingga tahan terhadap suara-suara yang keras dan daya hidup lebih bagus. Strain Ross mulai berproduksi telur untuk ditetaskan pada umur 25 minggu atau 175 hari dengan HDP 5% serta body weigth 2.975 gram. Ayam jenis strain cobb berasal dari benua Amerika yang merupakan ayam broiler dengan ciri warna bulu putih, jengger tunggal, kaki kuning dan besar. Keunggulan dari cobb mempunyai daya konversi pakan yang cukup baik, pertumbuhan cepat dan tingkat keseragaman tinggi. Strain Cobb merupakan salah satu strain ayam pembibit broiler yang ada di Indonesia yang memiliki keunggulan tingkat pertumbuhan yang cepat, breast formation yang baik, konversi ransum yang baik, mempunyai struktur tulang dan otot yang lebih baik dan mempunyai kualitas daging yang baik.

Industri pembibitan ayam broiler di Indonesia sendiri sampai saat ini hanya terbatas sampai tahap dalam pengembangan mulai dari rantai GPS saja. Hemat penulis, terdapat sedikitnya 34 perusahaan pelaku bisnis pembibitan ayam broiler mulai dari rantai GPS maupun PS dimana tergabung dalam satu keorganisasian dalam Gabungan Perusahaan Pembibitan Perunggasan (GPPU). Selengkapnya dapat dilihat pada kanal GPPU berikut. Masing-masing perusahaan pembibitan di Indonesia memiliki nama merk dagang DOC ayam broiler yang diedarkan dipasaran, seperti contoh CP707, MB202, WONCHICK, dan masih banyak lagi. Peredaran produk DOC di Indonesia sendiri diatur dalam suatu Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 26/Permentan/PK.230/5/2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras.

 

Referensi :

  • GPPU. 2021. Gabungan Perusahaan Pembibitan Perunggasan. Diakses pada 15 Juli 2021 dari http://gppu-id.org/
  • Permentan RI No. 26/Permentan/PK.230/5/2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras.
Share Artikel ini ke:
Muchamad Aldi Rohmawan

Seorang pembelajar peternakan yang bebas dan merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.