Mengatasi Amonia di Kandang Ayam Broiler

Strategi Efektif Mengatasi Amonia di Kandang Ayam Broiler 

Amonia ayam broiler

Ayam Broiler merupakan ayam yang memiliki produktivitas tinggi sebagai penghasil daging. Ayam Broiler juga mengalami pertumbuhan paling cepat dibandingkan ternak ayam yang lain dikarenakan hasil budidaya dari teknologi maju. Kelemahan dari pemeliharaan ayam broiler adalah adaptasi lingkungan yang sulit dan risiko kematian yang tinggi.

Memelihara ayam broiler dengan jumlah banyak dalam satu kandang akan menghasilkan amonia yang cukup tinggi. Amonia terbentuk dari volatilisasi ekskreta yang dikeluarkan dalam bentuk asam urat, kemudian mengalami amonifikasi sehingga terbentuk amonia. Kondisi yang mendukung terjadinya volatilisasi amonia adalah suhu hangat, kelembaban, dan pH yang normal tetapi cenderung sedikit tinggi.

Gas amonia yang dihasilkan dalam kandang berasal dari hasil fermentasi antara ekskreta dan litter kandang yang mengalami dekomposisi menjadi urea, kadar amonia yang tinggi pada kandang ayam broiler dapat mempengaruhi performa ayam broiler, kerentanan penyakit, mortalitas bahkan mempengaruhi kualitas daging. Hal tersebut berkaitan dengan kelembaban, kelembaban yang tinggi menyulitkan ayam dalam melepaskan panas di dalam tubuh sehingga terakumulasi dengan kadar amonia yang tinggi di kandang dan mengakibatkan stress oksidatif dimana aktivitas radikal bebas melebihi antioksidan dan mempengaruhi kualitas daging.

Sebenarnya amonia ini lebih ringan dari udara, maka amonia mudah tersebar oleh sirkulasi udara. Akan tetapi, karena diproduksi di kandang, maka amonia tersebut sulit tersebar dan sangat berpengaruh terhadap ayam dalam kandang tersebut. Gas amonia mempunyai daya iritasi yang tinggi, terutama pada mukosa membran pada mata dan saluran pernapasan ayam. Terlebih lagi jarak antar saluran pernapasan ayam dengan ekskreta, sebagai sumber amonia begitu dekat (<20 cm). Tingkat kerusakan akibat amonia sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas ini. Konsentrasi amonia yang aman dan belum menimbulkan gangguan pada ayam ialah dibawah 20 ppm (part per million atau 1:1 juta). Di luar ambang batas aman ini akan menimbulkan kerugian pada ayam, baik berupa kerusakan membran mata dan pernapasan sampai hambatan pertumbuhan dan penurunan produksi. Selain itu, masih ada efek simultan lainnya yaitu menjadi lebih mudah terinfeksi bibit penyakit, terutama yang menginfeksi melalui saluran pernapasan, seperti ND, AI, IB, CRD.

Strategi Efektif Mengurangi Amonia :

  1. Pengelolaan ventilasi yang tepat :

Sistem ventilasi atau pergerakan udara tergantung sepenuhnya oleh kipas yang dipasang. Sistem ventilasi merupakan sistem yang mengatur udara bersih dalam kandang dengan cara membuang kelebihan panas, uap air, dan gas berbahaya yang mungkin dihasilka\n. Sistem ventilasi yang digunakan pada closed house adalah evaporating cooling dan exhaust fan. Fungsi dari ventilasi yaitu, menghilangkan panas berlebihan, mengurangi kelembaban, mengurangi debu, mengurangi gas beracun seperti amonia, karbon dioksida, karbon monoksida, dan sebagai supply oksigen.

  1. Pemilihan litter yang efektif

Litter adalah bahan yang mempunyai kemampuan cukup baik untuk menyerap air yang digunakan untuk mengisi alas kandang. Beberapa jenis bahan litter yang berasal dari limbah pertanian dan industri yang bisa dipergunakan misalnya, sekam padi, serbuk gergaji, dan serutan kayu. Bahan-bahan tersebut hendaknya mampu memenuhi beberapa persyaratan yaitu mudah menyerap air, kondisi dan kualitas baik, kering tidak berdebu, murah dan mudah didapat, tidak lengket, tidak berjamur, tidak mengandung pestisida atau kontaminan lain dan tidak mengandung kotoran hewan. Daya serap air pada litter dapat diketahui melalui selisih kadar air litter sebelum dan sesudah digunakan.

Jenis litter

  1. Kebersihan rutin kandang

Tingkat kematian yang rendah disebabkan karena sanitasi kandang yang baik yaitu seperti penyemprotan litter dengan cairan desinfektan yang bertujuan dengan membunuh bibit penyakit,dan penyingkiran bangkai ayam. Pada hakikatnya kebersihan kandang sangat penting untuk mengurangi akumulasi limbah pada masa pemeliharaan.

  1. Pemanfaatan mikroorganisme pemecah amonia dan produk adsorben

Penerapan mikroba dan penggunaan produk khusus yang mampu menyerap amonia dari limbah di dalam kandang. Beberapa bahan yang diteliti dan mampu menyerap amonia dalam kandang yaitu, penggunaan ekstrak kulit kacang tanah, bakteri Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus. Probiotik merupakan mikroba menguntungkan baik secara langsung atau tidak langsung dan dapat berkembang di lingkungan yang mendukung. Aplikasi probiotik dengan menggunakan bakteri Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus yang disemprotkan pada ekskreta memiliki kemampuan baik dalam mengurangi gas amonia. Probiotik membutuhkan nutrient atau prebiotik untuk dapat bertahan hidup dan menghasilkan zat metabolit maksimal yang menguntungkan. Prebiotik merupakan bahan pangan yang tidak dapat tercerna oleh inang tetapi dapat menghasilkan efek menguntungkan melalui pertumbuhan mikroflora menguntungkan di dalam saluran pencernaan inang. Kulit kacang tanah merupakan salah satu sumber bahan organik yang didapatkan dari limbah pertanian kacang tanah dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kandungan serat kasar kulit kacang tanah sebesar 42,20% yang dimanfaatkan bakteri probiotik sebagai sumber nutrien.

Teknologi Baru dalam Pengelolaan Amonia :

  • Sistem Ventilasi Terkomputerisasi : Penggunaan teknologi untuk mengontrol dan memantau aliran udara secara otomatis
  • Sensor Deteksi Amonia : Penggunaan sensor pintar untuk memantau tingkat amonia dalam kandang
  • Sistem Kontrol Gas Amonia (NH3) Kandang Ayam dengan Metode FUZZY LOGIC Berbasis Internet of Things (IoT)

Manfaat Langsung dari Pengelolaan Amonia yang Baik :

  1. Mengurangi tingkat deplesi di kandang
  2. Kesehatan ayam yang lebih baik

Menurunkan risiko penyakit pernapasan dan masalah kesehatan lainnya

  1. Peningkatan kualitas udara

Mengurangi polusi udara dan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar

  1. Meningkatkan peforma ayam

Mencegah stress oksidatif yang mempengaruhi kualitas daging

Baca Juga : Mengelola Kelembaban Tinggi di Kandang Ayam Broiler

Seiring meningkatnya peternakan ayam di Indonesia, usaha tersebut memiliki permasalahan dalam mengontrol gas amonia yang ada di dalam kandang. Dalam mengelola amonia di dalam kandang dengan menerapkan strategi praktis dan memanfaatkan teknologi terkini, peternak dapat meminimalkan dampak negatif amonia pada ayam dan lingkungan sekitar kandang. Mari bersama-sama meningkatkan pemahaman dengan membaca artikel dari BroilerX, agar kita dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan ini dan berkontribusi untuk keberlanjutan peternakan ayam serta kesejahteraan lingkungan!

IoT BroilerX

Monitoring Kandang Ayam dengan Climate Control & Automasi Pintar dari BroilerX

Dengan Climate Control & Automasi Pintar dari Broiler X, peternak dapat mengontrol dan monitoring kondisi lingkungan kandang secara realtime.

Anda dapat memantau dan mengontrol kondisi kualitas lingkungan kandang dengan banyak parameter yang tersedia dibantu dengan sistem notifikasi otomatis dan backup data.

Whatever your business sector, come forward with us. Broiler X, end-to-end-solution

Referensi :

Xing, H., S. Luna., Y. Sun., R. Sa., dan H.Zhang. 2016. Effects of Ammonia Exposure on Carcass Traits and Fatty Acid Composition of Broiler Meat. Journal Animal Nutrition, 2:282 -287.

William, D.W. dan R. Meijerhof. 1990. The Effect of Different Levels of Relative Humidity and Air Movement On Litter Conditions, Ammonia Levels, Growth, and Carcass Quality for Broiler Chickens. Journal Poultry Science, 70 : 746- 755.

Sudarmadji, S. Haryono, dan Suhardi.1989. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.

Pereira, J.L.S. 2017. Assessment of Ammonia and Greenhouse Gas Emissions from Broiler Houses in Portugal. Atmospheric Pollution Gogo Research,8(2017): 949 – 955.

Sarjana, T.A., L.D. Mahfudz, M. Ramadhan, Sugiharto, F. Wahyono, danS. Sumarsih. 2017. Emisi Ammonia dan Kondisi Litter pada Kandang Ayam Broiler Sistem Terbuka yang Mendapatkan Additive Berbeda dan Kombinasinya Dalam Ransum. Seminar Nasional Pengembangan Peternakan Berkelanjutan, Universitas Padjadjaran. Sumedang.

Renata, R., Sarjana, T. A., dan Kismiati, S. 2018. Pengaruh Zonasi Dalam Kandang Closed House Terhadap Kadar Amonia dan Dampaknya pada Kualitas Daging Broiler di Musim Penghujan. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(3), 183-191.

M. Najibulloh, N. Ulupi, dan S. Salundik. 2020. Pengaruh Daur Ulang Litter Terhadap Kualitas Litter dan Udara Dalam Pemeliharaan Broiler. Livestock and Animal Research, 18(2), 107-115.

Putra, B. L. 2023. TA: Tatalaksana Penanganan Litter Sekam Padi pada Pemeliharaan Broiler di PT Sinar Ternak Sejahtera Farm Banjar Negeri Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan (Doctoral Dissertation, Politeknik Negeri Lampung).

T. Metasari, D. Septinova, dan V. Wanniatie. 2014. Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Litter Terhadap Kualitas Litter Broiler Fase Finisher di Closed House. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3).

Mugiyono, S., dan Sukardi, S. 2003. The Use of Agricultural and Logging Waste as Litter Materials in Broiler Rearing. Animal Production, 5(1).

S. Salsabila. 2022. Evaluasi Imbangan Serutan Kayu Dengan Jerami Padi Sebagai Material Litter Terhadap Persentase Organ Pencernaan Ayam Broiler (Doctoral dissertation, Universitas jambi).

R. Mubaroq. 2021. TA: Sanitasi Pasca Panen Ayam Grand Parent Stock di Kandang Closed House PT Charoen Pokphand Jaya Farm Unit GP2 Desa Sukamaju Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Doctoral Dissertation, Politeknik Negeri Lampung).

I. M. Mukti, M. Sihite, dan M. H. Septian. 2023. Pengaruh Penggunaan Ekstrak Kulit Kacang Tanah dan Bakteri Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus Terhadap Penurunan Amonia Ekskreta Ayam Kampung. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 6(1), 29-36.

M. Sihite, A. Mukaromah, dan P. B. Pramono. 2023. Sinbiotik Ekstrak Kulit Kacang Tanah dengan Probiotik Menurunkan Amonia Ekskreta Ayam Broiler. Jurnal Peternakan Indonesia, 25(3), 316-323.

K. Supriadi. 2023. Sistem Kontrol Gas Amonia (NH3) Kandang Ayam Dengan Metode Fuzzy Logic Berbasis Internet of Things IoT (Bachelor’s thesis, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Penulis : Sharla Febrianty

Penyunting : Adelia D Chahyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *