Mengapa Sih Harus Ada IoT dalam Bidang Peternakan?

Mungkin tidak sedikit yang akan menanyakan hal yang sama, dengan pertanyaan tersebut. Kali ini penulis akan menjelaskan mengapa di peternakan juga membutuhkan IoT. Penulis membuat tulisan ini dengan pendekatan yang lebih bisa dipahami dengan memberikan contoh di kehidupan sehari-hari. Sebelumnya penulis akan menjelaskan dahulu, apa sih IoT itu? Dari berbagai sumber akan coba saya sarikan apa itu IoT. Menurut situs myspsolution (http://www.myspsolution.com/news-events/cara-kerja-konsep-internet-of-things/) IoT atau yang sering disebut dengan Internet Of Things adalah konsep perangkat yang mampu mentransfer data tanpa perlu terhubung dengan manusia, melainkan internet sebagai medianya. Sederhananya manusia tidak perlu mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara langsung. Melainkan manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh. Konsep IoT ini akan sangat mendorong perkembangan big data dan penggunaan data center di Indonesia.

Seluruh penggunaan barang yang terhubung ke internet akan menyimpan data, data tersebut terkumpul sebagai big data yang kemudian dapat di olah untuk di analisa baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun negara asing untuk kemudian di manfaatkan bagi kepentingan masing-masing.

 

Unsur-unsur Pembentuk IoT

 

Ada beberapa unsur pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, keterlibatan aktif serta pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, kami akan menjelaskan masing-masing unsur pemberntuk tersebut dengan singkat:

 

  • Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) − IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi “Smart“. Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia. Contohnya bisa jadi mesin yang tergolong sederhana semacam meningkatkan/mengembangkan lemari es/kulkas, Anda sehingga bisa mendeteksi jika stok susu dan sereal favorit Anda sudah hampir habis, bahkan bisa juga membuat pesanan ke supermarket secara otomatis jika stok mau habis. Penerapan kecerdasan buatan ini memang sangatlah menarik.
  • Konektivitas − Dalam IoT, ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil tersebut di antara perangkat sistem.
  • Sensor − Sensor ini merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
  • Keterlibatan Aktif (Active Engagement) − Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun keterlibatan layanan.
  • Perangkat Berukuran Kecil − Perangkat, seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang menjadi semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan perangkat-perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas yang baik.

Penulis sendiri di rumah memanfaatkan adanya IoT yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu di luar, bukan hanya dengan cara menambah alat sensor cahaya yang akan mendeteksi adanya sinar atau tidak, sehingga akan menyala dikala gelap dan juga akan mati ketika lingkungan sekitar masih terang karena adanya cahaya matahari, namun penulis melakukan on off lampu dengan cara membaca data ramalah cuaca dan juga kondisi sunset dan sunrise dari hari tersebut, sehingga lampu akan segera menyala ataupun mati dengan adanya jadwal dari data tersebut yang didapatkan dari pihak lain. Cara inilah yang menjadikan efisiensi penggunaan listrik di rumah menjadi meningkat, karena lampu akan menyala sesuai dengan yang dibutuhkan saja.

Selain itu penulis juga memasang di pendingin ruangan (AC) yang ada di ruangan dengan dilengkapi IoT, sehingga ketika penulis keluar rumah, maka AC akan mati dengan sendirinya karena membaca sensor yang ada di HP penulis, sehingga ketika penulis sedang keluar rumah, sensor akan mengetahuinya, sedangkan ketika penulis hampir sampai ke rumah, maka AC sudah nyala duluan, sehingga ketika dirumah, suasana menjadi lebih dingin, dengan seperti ini maka capek selama melakukan pekerjaan diluar akan menjadi sedikit “terobati” karena rumah telah memberikan “kenyamanan” tersendiri, dengan begitu produktifitas akan dapat tetap terjaga. Bayangkan jika hal yang sama dibuat di kandang peternakan, sehingga ayam yang ada di dalam kandang akan terus merasakan nyaman, karena apa yang mereka butuhkan selama bertumbuh dan berkembang dapat dipenuhi dan “dimengerti” oleh adanya IoT. Di BroilerX kami menawarkan BroilerX Ambient adalah alat pencatat suhu, kelembaban dan amoniak yang lingkungan dalam dan luar kandang dan akan berhubungan dengan alat yang lain, misalkan kipas blower yang dilengkapi dengan stepper, sehingga kapan blower menyala dan mati, kecepatan blower, arah kecepatan angin, dll dapat diatur automatis dengan adanya alat IoT tersebut, juga nyala dan matinya air dalam sirip inlet juga dapat diatur sedemikian rupa, sampai data suhu, kelembaban dan kadar ammonia dalam kandang dapat berada dalam kondisi yang normal dan baik untuk pertumbuhan ayam broiler, sehingga kondisi kenyamanan dapat diberikan di dalam kandang dan diharapkan dengan memberikan kenyamanan tersebut maka produktifitas dari ternak dapat menjadi lebih baik, dan efisiensi dapat tercapai sebaik mungkin, karena alat yang ada di kandang hanya akan beroprasi ketika dibutuhkan saja.

      Sekarang coba kita contohkan kembali di hal yang lain dalam kehidupan kita terlebih dahulu, pernah tidak mengapa Anda ketika di tempat makan, restoran maupun café yang Anda anggap nyaman, setidaknya menawarkan 2 kondisi yang ada, diantaranya ruangan yang dingin atau sejuk, namun dengan diberikan pencahayaan ruang yang sifatnya “warm” yaitu dengan diberikan cahaya warna coklat (bukan putih). Sadar atau tidak sadar, dalam kondisi dengan 2 syarat tersebut maka kita sangat mudah lapar. Coba ketika di suasana hujan atau mendung, dengan nuansa yang lebih sejuk dan pencahayaan yang tidak terlalu terang tersebut, maka ketika lebih cenderung untuk lapar, meskipun bisa jadi sebenarnya kita sudah cukup makan. Hal serupa juga terjadi pada ayam, ayam akan bangun di kala fajar ketika cahaya yang bersinar dengan intensitas tertentu tersebut menjadikan ayam bangun dan sering kita tandai dengan adanya suara kokokan ayam jantan dikala fajar, lalu mengapa ayam tidak berkokok ketika kita berikan sinar senter atau lampu yang lain? Karena cahaya matahari selain memancarkan sinar, juga memberikan cahaya dengan intensitas, panjang gelombang, dan faktor tertentu yang dapat kita contoh dengan membuat adanya IoT.

IoT yang ditawarkan oleh BroilerX dengan nama BroilerX Light inilah yang akan digunakan untuk meniru proses seperti itu, karena pada prinsipnya alat IoT ini menawarkan fungsi sebagai lampu otomatis yang dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan unggas. Kita dapat menjadikan lampu tersebut agar dapat “mengatur” ayam dengan meniru kondisi di alam, sehingga ayam tidak mengalami stress dengan adanya kondiri yang lain di kandang. Sebagai contoh, dimasa perkembangan tubuh ayam di masa DOC dan sampai starter ataupun grower, ternak dapat “dipaksa” tetap bangun agar ayam selalu makan sehingga kondisi berat tubuh dapat dicapai, tanpa menjadikan ternak stress. Ayam juga bisa dikondisikan dengan simulasi tertentu dan dikontrol dengan cahaya yang akan menyala dengan pelan, memberikan redup, terang, intensitas, panjang gelombang tertentu, sehingga ayam tidak terkejut jika “dibangunkan”, tidak bingung ketika diarahkan bergerak di sisi tertentu, dll.

       IoT yang ditawarkan berikutnya adalah BroilerX Gauge yaitu timbangan otomatis unggas yang merekam data bobot ternak otomatis dan realtime. Timbangan ini dibuat dengan maksud adalah agar kita bisa menghitung ADG (Average Daily Gain) secara teratur karena ternak yang ada secara acak akan terukur berat badannya secara teratur, jika berat badan belum memenuhi standard, maka alat yang lain akan “diperintah” IoT agar bisa memenuhi target berat badan, yaitu dengan mengatur ternak agar bisa mendapatkan pakan dengan merata, sehingga efisiensi dapat terjaga.

      Semua alat yang ada akan mengirimkan datanya secara realtime ke system BroilerX Cloud sehingga pergerakan pertumbuhan dan kondisi kandang dapat dimonitor dari jarak jauh. Cara ini akan memberikan keuntungan kepada peternak yang memiliki kandang lebih dari satu dan lokasinya berjauhan maupun berdekatan, sehingga kondisi peternakan dapat dipantau setiap hari di dalam system. Parameter setting alat juga dapat dikontrol dari jarak jauh, dengan syarat, alat tersebut sudah dimodifikasi demikian rupa dan mengijinkan alat dapat dikontrol dari jarak jauh dengan alat yang ditawarkan dari perusahaan lain.

            Jika Anda tertarik dengan IoT yang kami tawarkan berupa BroilerX Ambient, BroilerX Light, dan BroilerX Gauge dapat melakukan pemesanan ke alamat website : https://broilerx.com/pricing serta memanfaatkan BroilerX Cloud dengan paket yang ditawarkan di alamat https://broilerx.com/pricing

Share Artikel ini ke:
Galuh Adi Insani

Seorang maniak ilmu perunggasan, yang selalu mengkonsentrasikan setiap riset yang dilakukan berhubungan dengan dunia perunggasan di Indonesia

2 Komentar

  1. Bisa dipakai untuk di rumah sendirikah?

    1. Ini sebagai analoginya pak, karena sekarang di bidang teknologi juga muncul dengan adanya smart home yang didalamnya melibatkan adanya IoT dan AI (Kecerdasan Buatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.