Kesalahan dalam Melakukan Breeding Ayam

Penulis kali ini akan menjelaskan beberapa kesalahan yang dilakukan oleh pembibit atau sering dinamakan dengan nama yang keren, yaitu breeder ayam. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh masyarakat tersebut masih banyak terjadi dan dilakukan dalam melaksanakan breeding ayam. Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak tepat disebutkan sebagai breeding, karena breeding tidak hanya melibatkan perkawinan ternak saja, namun harus melibatkan seleksi yang ketat dan sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Langsung kita mulai saja list yang sering dilakukan oleh breeder ayam :

  1. Seleksi Negatif

Jika penulis bertanya ke pembaca, jika pembaca memiliki ayam dengan ukuran yang kecil dan ayam yang besar, kira-kira ayam yang mana akan dijual dan ayam yang mana akan dipelihara kembali kemudian ayam tersebut dibudidayakan? Banyak diantara pembaca akan menjawab jika dia akan berusaha menjual yang besar, karena keuntungannya lebih banyak dan menyisakan yang kecil-kecil untuk diproduksi, dan inilah kesalahan pertama yang disebut dengan Seleksi Negatif, karena tidak mungkin dikembangkan ayam yang kecil untuk mendapatkan hasil yang besar.

  1. Perkawinan tanpa Seleksi

Banyak juga peternak yang menganggap satu kali perkawinan ternak sudah dianggap sebagai breeding, padahal penulis menganggap hal tersebut masih disebut dengan perkawinan saja, karena breeding tersebut tidak cukup dilakukan hanya dengan satu kali perkawinan (1 generasi). Breeding yang dilakukan di negara maju adalah breeding yang dilakukan dengan cara perkawinan dan seleksi yang ketat sesuai dengan arah pemeliharaannya kedepan dan terprogram dengan baik dengan minimal 3 generasi (bukan hanya 1 generasi saja) dan biasanya tidak dilakukan seleksi yang ketat.

  1. Tidak Fokus Pada Tujuan Pemeliharaan

Banyak peternak melakukan breeding dengan tujuan yang tidak terarah, sebagai contoh, diawal akan melakukan breeding ayam potong, kemudian saat perkawinan dan dibesarkan ada ayam yang memiliki warna bulu yang dirasa menarik, meskipun berat badannya tidak sesuai dengan standard yang sudah ditetapkan, sehingga breeder justru terfokus dalam pengembangan ayam dengan warna bulu yang unik tersebut dan melupakan fokus utama dalam menghasilkan ayam dengan pertambahan berat badan yang baik.

  1. Melupakan Cadangan Ayam Elite

Banyak peternak melupakan cadangan ayam elite, karena peternak cenderung hanya mencoba mengawinkan ayam satu dengan ayam yang lain, sehingga mendapatkan ayam yang diinginkan, namun mereka lupa seharusnya dalam mengawinkan tersebut juga harus dicadangkan ayam elite nya, dengan cara seperti ini, ketika ayam elite yang digunakan sudah semakin tua atau tiba-tiba mati, peternak tidak memiliki cadangan ayam yang dimaksudkan.

  1. Tidak Memiliki Pencatatan (Recording) yang Baik

Hal yang paling malas dilakukan oleh peternak dalam melakukan breeding adalah mencatat, baik mencatat perkembangan ayam tersebut juga mencatat genetic (pedigree) dari ayam tersebut mulai dari pertama perkawinan, berapa kali dilakukan perkawinan, dengan model apa perkawinan tersebut, pelaksanaan model perkawinan (line cross, back cross, inbreeding, dll), kemampuan makan dan pertumbuhan berat badan dan lain-lain.

 

Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh peternak berdasarkan apa yang telah disarikan oleh BroilerX. Ikuti tulisan-tulisan kami lainnya yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam hal budidaya ayam.

Share Artikel ini ke:
Galuh Adi Insani

Seorang maniak ilmu perunggasan, yang selalu mengkonsentrasikan setiap riset yang dilakukan berhubungan dengan dunia perunggasan di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.